Jumat, 06 November 2015

Bang Eko Selingkuh 1

BUKANNYA KU TAK BISA

Suatu sore yang indah, Eko hendak berkunjung ke rumah Sri. Dan didapatinya Sri sedang berduaan dengan cowok lain. Eko marah, tak terima. Sri sudah berani selingkuh di belakangnya.
Eko punya dua pilihan
Melabrak mereka berdua dan mengamuk habis- habisan.
Menunggu cowok itu pulang, baru kemudian marahan sama Sri.
Uuuh..bingung memilihya.


Bara dalam hati sudah nggak sanggup ditahan panasnya. Meletup, meledak, bergemuruh dalam dada. Eko memutuskan langkah nomor 1 yang ia ambil. Akan dia labrak mereka berdua. Biar tahu rasa.
Eko melangkah dengan cepat, setengah berlari sampai tak melihat ada anak kecil yang keluar dari gang dan langsug saja mereka bertabrakan.
BRUAKKK !!! Anak itu sampai terjungkal 5 tombak ke depan (jauh amat ?)
HUA…HUA…HUA….anak kecil itu langsung menangis keras. Ibunya yang di belakang berlari menyusul.
Eko    : Maaf, saya nggak sengaja. Anak ini tiba- tiba muncul begitu saja.
Ibu    : (tak peduli apa kata Eko) Cup..cup…cup Ade. Diem dong sayang.
Eko salah tingkah harus berbuat apa. Si kecil masih meraung- raung.
“Aku harus bagaimana ?” Eko celingukan. Ah…terlihat warung. Si Eko langsung membelikan jajan. kue dan permen untuk mendiamkan si kecil. Tujuannya jelas, permintaan maaf dan agar si kecil lekas berhenti nangis.
Ibu    : Lho..lho...Kok repot- repot Om..
Eko    : Nggak repot buk…Ini buat si kecil biar berhenti nangis.
Ibu    : Waduh makasih ya Om. Tuh Ade…dibelikan jajan sama Om. Ayo..bilang terimakasih.
Ade    : (sambil terisak) makasih Om..
Si Ibu dan Ade kembali masuk ke gang. Mereka mengingatkan si Eko pada anak dan istrinya di rumah. Mungkin saat ini mereka berdua tengah menanti kedatangannya. Mungkin saat ini anaknya sedang rewel. Mungkin istrinya nggak sempat mandi karena sibuk mengurus rumah dan anak. Sedang dia sendiri..??? Malah mau melabrak orang yang bukan siapa- siapa baginya ? Gimana sih ? Yang bener aja lu jadi kepala keluarga. Jangan mikirin kesenangan sendiri !!!
Eko jadi ragu untuk meneruskan niatnya ke rumah si Sri. Dia jadi kangen sama istri dan anaknya. Dan akhirnya Eko memutuskan untuk pulang.

1 komentar: