100 X 0 = 0
Ilham : dari Gusti Allah
Lo semua pasti udah tahu bahwa 100 x 0 = 0
(ya mestilah...anak SD juga tauk !!)
Nah...tiba- tiba aja gua ketiban ide tentang 100 x 0 = 0
Gua ibaratkan bahwa semua yang ada pada diri kita, entah kesehatan, PASSION, GAIRAH, uang, ilmu , bakat, pengetahuan , waktu ......pokoknya semua yang ada yang ada pada diri kita saat ini adalah MODAL atau dalam hal ini adalah angka yang ada di depan itu.
Nilainya bisa 1, 2, 50 , 1000 atau sejuta bahkan semilyar.
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 April 2016
Selasa, 19 April 2016
Selingkuh butuh alasan
Mengapa Selingkuh ?
Sales : Tulus
Affair dengan Erna akhirnya terdengar juga ke telinga Sari, istri Tulus. Dia berang bukan main. Dan pertengkaran pun muncul.
Suasana di rumah bagai bara , yang mudah menjelma api yang membakar dengan hembusan angin yang sepoi sekalipun.
Tulus juga enek melihat istrinya. Menyebalkan. Sudah nggak cantik, selalu bersungut- sungut saja tiap berpapasan. Pingin nginjak tuh muka. Tapi Tulus memendam saja kejengkelan itu.
Maia oh Maia...Mengapa ??
Maia oh Maia
Sales : Baim
Part 2
(Untuk kisah
sebelumnya bisa kamu baca di Maia oh Maia..)
Sebulan di tinggal
Maia hidup Baim kian merana. Tapi karena sering diomelin Ibu, Baim
–pun sering menghabiskan waktu nongkrong sama teman. Sepulang
kerja, mandi , makan langsung cabut lagi.
Ibu Baim nggak bisa
protes. Biarlah begitu daripada Baim bengong macam sapi ompong di
rumah. Bikin sumpek.
Dari sekian teman
nongkrong, akhirnya ada juga yang kesengsem sama Baim. Mitha.
Maia oh Maia....apa yang sudah kau lakukan pada anakku ???
Maia
oh….Maia
Sales : Baim
Part 1
Sejak kuliah, baim
menjalin hubungan dengan Maia. Dan hubungan ini-pun direstui kedua
orang tua masing- msing. Baim sangat akrab dengan keluarga Maia,
begitu juga Maia sudah diterima bagai anak sendiri oleh keluarga
besar Baim. Mereka seolah sudah berjodoh.
Lulus kuliah, Maia
melamar jadi PNS. Istilah kerennya CPNS.
Sedang Baim, karena
sejak lama kerja sambil kuliah dia nggak perlu bingung cari kerja.
Toh perusahaan tempat ia kerja lumayan bonafit, gaji lumayan dan
prospek cerah. Baim betah kerja di sini.
Tinggal Maia. Tak
henti- hentinya Baim membesarkan hati dan kasih suntikan semangat.
Ujian jadi PNS tuh ternyata melelahkan. Butuh tenaga extra, ketabahan
dan kesabaran. Penyaringan bisa memakan waktu berbulan- bulan.
Alhamdulillah, Maia selalu di beri kelancaran.
Kamis, 07 April 2016
Peringatan Buat Sales : KONFIRMASI
Peringatan Buat Sales : Konfirmasi
"Boleh kalian itu kejar target, kejar order yang banyak.
Tapi juga jangan bego- bego amat.
Musti lihat kapasitas dan kemampuan di pabrik. Bisa nggak ngerjain order seperti yang diminta customer ?
Jangan setelah PO terbit, kalian baru tahu kalau pabrik nggak bisa ngerjain. Ujung- ujungnya terpaksa kalian minta customer batalin PO. Ini mah buang waktu dan tenaga. Dan parahnya bikin pelanggan patah hati.
Setan pun susah cari Order
Setan pun susah cari order
Pelaku : Setan
Seorang setan yang profesinya jadi sales lagi
murung. Dari gelagatnya tampak sekali bahwa ia nggak bersemangat. Hal yang
sagat tabu dilakukan seorang sales, karena sales tuh musti ceria dan semangat
selalu.
Ada apakah gerangan ?
Bos setan memanggil. Dia nggak suka lihat
anak buah manyun nggak bertenaga seperti itu.
“Lesu banget. Kenapa ?”
“Ah..nggak bos. Nggak kenapa- kenapa”
“Bohong kamu !!”bentak si bos.
Selasa, 05 April 2016
Lima Sales Geblek dalam episode Meeeting oh Meeting
Meeting oh..meeting.
Sales : Ko Tiok
Sejak Pak Ridho
undur diri dari perusahaan, posisi sales manager jadi kosong. Siapakah gerangan
penggantinya ? Apakah orang luar lagi ? Atau akan memunculkan nama- nama dari
orang dalam ? Kalau orang dalam, harapan hanya ada di Ko Tiok. Sebab siapa lagi
?
Selalu
mengandalkan orang luar sepertinya bukan pilihan yang bagus. Orang luar selalu
butuh untuk adaptasi. Dan pasti selalu butuh pembelajaran lagi. Dan itu makan
waktu. Padahal saat ini kita dituntut untuk berlari, bukan untuk selalu kembali
posisi start.
Dan lagipula jika
Tiok yag dingkat jadi sales manager, itu bagus untuk memotivasi tiap pekerja
bahwa tidak ada prestasi yang mentok di perusahaan ini.
Label:
cerpen,
kisah,
meeting,
pengalaman,
SALES
Lima Sales Geblek dalam episode Hikmah Se-ember Air
Hikmah Seember air
Sales : Norman
Kisah ini terjadi sepuluh tahun yang lalu ketika Norman menjadi seorang
anak kost.
Kamar yang dia tempati sama seperti
kost- kost murah lainnya : sumpek , kumuh, nggak nyaman dan selalu kena banjir.
Banjirnya nggak tanggung- tanggung, kadang sampai sepinggang.
Lemari, dipan dan semua barang- barang dalam kamar kost pada tenggelam.
Mau tidur juga susah.
Biasanya Norman akan mengungsi ke kost teman yang di posisi tingkat.
Berdesak- desakkan nggak papa yang penting bisa tidur.
Senin, 04 April 2016
Lima Sales Geblek dalam Episode : Lebih baik ada teman daripada....
Lebih baik ada teman daripada…….
Sales : Erna
Selepas dari perusahaan, Erna menganggur.
Dan ini bahaya banget. Erna paling nggak suka nganggur dan diam di rumah. Dia
ingin selalu aktif dan bergerak. Makanya
jangan heran kalo lihat dia sering lari- lari siang hari. (Apa hubungannya
nganggur dan lari- lari siang hari ? Nggak nyambung banget)
Saat nganggur Erna jadi aktif menulis.
Sudah puluhan surat lamaran kerja dia tulis dan dia kirim ke berbagai macam
perusahaan. Mulai perusahaan kelas teri, kelas tuna, kelas paus, perusahaan
lokal maupun interlokal dia labrak semua
tanpa ampun. Tapi sampai detik ini belum juga ada panggilan. Hadeewww…
Erna juga memaksimalkan teman- temannya.
Mulai Ima, Amin, Toha, Bobby, Renny…semuanya disuruh cari tahu info lowongan
kerja di tempat kerja masing- masing. Jika ada loker segera hubungi Erna. Di
081615061950. Ingat !! Di nomor ini. ERNA. Bukan yang lain.
Tapi sampai detik ini belum juga ada kabar.
Hadeewww….
Bagaimana ini ? Erna bingung. Hidup tanpa
kerja tuh bagai malam nggak berbintang. Nggak asyik bangeeeet.
KERJA…KERJA…KERJA….itu yang selalu
terngiang di telinga. Dan berkelebat di pikiran.
Tapi kerja apa ???
Sebuah SMS masuk. Dari Tulus (Ngapain lagi
tuh anak menghubungi gue ?)
“di rumah ?”
Erna nggak membalas.
“kok nggak dibalas ?”
Erna tetap nggak membalas.
Panggilan masuk. Tulus. Erna menekan tombol
silent.
Sampai tujuh panggilan dari Tulus dan Erna
tetap nggak mau angkat telepon.
SMS masuk lagi.
“angkat dong….!!! Katanya butuh kerja “
Erna mulai tertarik.
Panggilan masuk lagi. Tulus. Erna
sebenarnya ogah berhubungan lagi dengan Tulus…tapi godaan untuk bisa bekerja
ternyata jauh lebih besar.
Erna menerima panggilan itu.
“Ya ..hallo”
“Aduuuhhh…sombong banget sekarang. Nggak
mau dihubungin….”suara Tulus terdengar renyah.
“Aku sibuk. Ada apa ?”
“Ada lowongan kerja. Mau ?”
“Dimana ?“
“Idii..h. Nggak sopan kalee tanya hal
sepenting ini lewat telepon. Apa nggak bisa ketemuan ?”
(Bangsat : batin Erna)
“Aku sibuk !!!”
“Paling kamu sibuk tidur. Ayolah !! Bisa ya
? Ketemuan sebentar gitu !!” Tulus tetap merayu. Benar- benar mulut seorang
sales.
“ Mmmm……”
“Halaah..pake mikir. Aku kesana sekarang”
“Jangann…”
“Lho..kenapa ?”
“Kamu kan udah tahu “
(status Erna yang janda memang bikin repot.
Setiap ada tamu laki- laki, pasti jadi gunjingan tetangga. Erna di cap sebagai
janda yang doyan masukin laki- laki non muhrim. HUH…bikin emosi jiwa. Makanya
Erna lebih memilih ketemuan di luar rumah aja. Jauh dari mata tetangga)
“Kita ketemuan di WAPO SUN CITY aja !” Erna
membuka suara.
“Emang kamu ada kendaraan ? Naik apa ?”
“Taxi “
“Hallah. Kelamaan. Kujemput sebentar
setelah itu langsung cabut”
“Baiklah “
“Oke..see
you. I miss u. Mmmuaaah”
TUUUUUTTT..Panggilan berakhir.
Setan !! Mengapa harus Tulus lagi ? Selama
ini Erna sudah berusaha menghindar setengah mati, tapi tetap aja pengaruh Tulus
masih membayanginya. Brengsek..
Erna pun segera
berdandan.
Tulus memeluknya dengan erat. Erna dengan
canggung menerimanya.
“Kamu tambah cantik aja “ sanjung Tulus.
“Modus “
“Sumpah..”
“Hallah…”
Mereka tertawa renyah.
Sesampai di WAPO, Tulus memesan Kopi Aceh
(nama kopi nya aja Tulus baru dengar..makanya pengen coba). Sedang Erna memesan
The Tarik Medan.
Mereka mencari tempat duduk dekat dinding
kaca yang menghadap keluar. View-nya
bagus.
“Gimana anak- anak ?” Erna basa- basi
bertanya.
“Baik. Kamu ?”
“Baik”
“Sudah interview
kemana aja ?”
“Ada sih beberapa. Tapi belum ada yang
cocok “( Erna berbohong. Belum ada satupun
panggilan yang masuk).
Tulus mengeluarkan kartu nama dari
dompetnya.
“Coba kirim CV kesitu. Atau titipin ke aku.
Lebih cept lebih baik”
“Perusahaan apa nih ?”
“Farmasi “
“Aku nggak begitu paham dunia obat”
“Di coba dulu. Siapa tahu rejeki kamu.
Kalau emang nggak cocok, kita cari yang lain”
Erna manggut- manggut.
“Thank’s ya “ Erna berterimakasih dengan sungguh-
sungguh.
“Aahhh…”Tulus mengibaskan tangannya.
(maksudnya : jangan berterimakasih
seperti itu. Kita khan suami istri…....lho ???)
“Trus..gimana dirimu selama ini ?” Tulus
mulai menunjukkan perhatiannya.
“Gimana bagaimana maksudnya ?”
“Caramu melewati hari demi hari tanpaku ..”
“Ye…ge-er
banget. Emang siapa elo ?”
“Yayang
elo “
“Yee…Siapa bilang. Kita udah nggak ada
hubungan apa- apa lagi “
“Ayolah…kita tahukan bahwa kata “putus” itu
hanya omong kosong saja. Hati kita tetap satu “
Erna merasa perutnya jadi mulas mendengar
rayuan Tulus. Bahkan terasa mau muntah
juga. Kata- kata manis yang tidak berujung manis. Malah pahit saja akibatnya.
Tulus memberanikan diri memegang tangan
Erna. Reflek Erna mundur, namun jemarinya ditarik dengan kuat oleh Tulus.
Terjadi gaya tarik menarik. Nggak ada yang mau ngalah. Dan akhirnya mereka
berdua jadi lirikan beberapa pasang mata pengunjung yang lain.
Erna mengalah. Dibiarkannya Tulus memegang
erat jemarinya.
Ada rasa kesal , tapi ada juga rasa nyaman.
Paling tidak Erna tidak sendirian. Ada Tulus, yang selama ini selalu
membantunya. Baik moril maupun spiritual. Andaikan Tulus seseorang yang masih
sendiri, tentu perkaranya jauh lebih mudah.
Erna luruh. Dia sebenarnya sudah lelah
bersandiwara sebagai sosok yang tegar. Tapi untuk saat ini dia harus. Erna
nggak ingin Tulus masuk lagi dalam hatinya. Biarlah dia menjadi seorang teman.
Teman yang mesra. Itu lebih baik daripada nggak ada teman sama sekali.
Lima Sales Geblek dalam Episode : Hidup sama dengan Masalah
Hidup = Masalah
Sales : Norman
“Tanpa masalah itu sama saja artinya dengan tidak hidup. Jadi jika ada
orang ingin bebas dari masalah, itu sama saja dia ingin mati. Karena
konsekuensi dari hidup adalah adanya masalah. Jadi, nikmati saja masalahmu
sampai akhir hayat” suara seorang motivator di stasiun radio.
“Wah…deep
banget tuh” Norman berkomentar. Saat ini dia dalam satu mobil dengan Evy, sales
baru dan mereka sedang joint visit ke
beberapa customer. Norman yang nyetir.
“Apa betul begitu? Bukannya hidup ini
adalah pilihan ?” Evy balas berkomentar.
“Kalau hidup sama dengan masalah, saya nggak setuju.
Terkesan putus asa dan berat banget. Hidup seperti beban karena mengandung
banyak masalah“ lanjut Evy.
“Mmmm…..gimana ya ? Menurutku memang hidup
itu pilihan. Tapi ternyata setiap pilihan malah menghasilkan masalah. Gua ambil contoh yakk...Pagi tadi gua dihadapkan pada dua pilihan : minum kopi atau minum obat. Kalau minum kopi, berarti tiga jam kedepan aku nggak boleh minum obat. Kamu kan tahu
efek kopi dan obat jika diminum bareng. Aku pilih minum kopi. Dan sekarang sakit kepalaku kumat. Padahal belum satu jam. Terpaksa sakit ini kutahan saja. "Itu masalah kan?” jelas Norman.
Evy manggut- manggut. Pembicaraan ini menjadi
menarik.
“Jadi kalau digabung menjadi seperti ini :
Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan akan menghasilkan masalah. Tugas kita
adalah menyelesaikan tiap masalah yang
dihasilkan oleh pilihan kita. Keren kan ??"“
“Ha..ha..ha. Mantap. Cocok jadi motivator
kamu itu ?”
“Tentu dooong. Tapi beneran , kata- kata
tadi baru ter-pikir-kan sekarang. Selama ini aku nggak nyadar sama sekali.
Hidup cukup dijalani aja. Mengalir seperti air”
“Eh..aku mau kasih contoh lagi. Ini erat
banget dengan kita para sales. Saat kita memilih untuk menerima order dari
customer, kita punya masalah yaitu bertanggung jawab mengirim order tersebut
tepat waktu. Dan masalah lanjutannya adalah mengkoordinasikan order dengan tim-
tim yang lain, mulai ppic, produksi, quality dan distribusi. Dan dalam prosesnya nanti tidak menutup kemungkinan ada masalah yang timbul. Entah itu mesin rusak, material habis dan lain- lain. Belum lagi complain jika barang nggak sesuai spek customer. Intinya kita sebagai sales benar- benar harus memantau setiap proses agar order sesuai pesanan pelanggan. Benar- benar kerja ekstra demi customer. Begitu yakk???"” Evy ngomong panjang lebar.
“ Naaahhhh….pinter. Josss…!!!”
“Gua tambahin lagi...saat gua memilih pulang
malam karena menyelesaikan pekerjaan, siap- siap aja diomelin istri.
He..he..he” Norman melanjutkan.
“Ha..ha..ha. Memang repot punya istri
galak”
“Bukan galak. Tapi perhatian “
“Cieee….cie..perhatian nih yeee..”
Mereka tertawa bersama.
“Terus ? Kesimpulannya apa Mau
ku-update di FB nih..!!! ” Evy mulai membuka smartphone-nya.
“Hidup adalah menyelesaikan setiap masalah
yang dihasilkan oleh pilihan kita dengan sebaik- baiknya” Norman menjawab dengan mantap.
“Keren”
Jumat, 25 Maret 2016
Lima Sales Geblek dalam episode Herry Part 2
HERRY …part. 2
Sales : Tiok
“Aku pinjem mobilmu yak !!” Herry
mengatakan itu di Sabtu yang cerah.
Tiok kaget. Nggak biasanya tuh anak pinjem mobil segala . Ada apa ? Tiok jadi curiga.
“Nggak salah ? Emang mobilmu kemana
?” tanya Tiok.
“Lagi dipinjem sama nyokap. Boleh
ya ? Butuh banget nih, ngantar istri ke luar kota “ desak Herry lagi.
Tiok mengambil nafas dalam.
Instingnya mengatakan “JANGAN”. Ada yang nggak beres dibalik ini semua.
Lima Sales Geblek dalam Episode "Jangan di Kantor Donk !!!"
Jangan di kantor dong !!!
Sales : Tulus
Dia jauh dari ngganteng. Kulitnya hitam,
rambutnya sebagian sudah beruban. Orangnya energik, dan pintar bikin alas an.
Suka ngeyel itu ciri khasnya. Benar salah yang penting ngeyel
dulu.
Sepertinya semua sifat dan namanya selalu
bertolak belakang. Dia nggak ada tulusnya untuk membantu orang. Bahkan sering
lepas tangan kalau ada masalah. Dia orangnya begitu atau kita di sekitarnya
yang merasa begitu. Tapi dia toh salah satu sales yang handal di
perusahaan ini. Penjualannya secara value selalu melampaui target. Jadi,
selain menyebalkan dia termasuk sosok yang hebat.
Kamis, 10 Maret 2016
Lima Sales Geblek Episode Herry
HERRY…
Sales : Tiok
(10 tahun yang lalu)
“Tiok…ayo !” Herry memberi tanda ke arah Tiok.
“Sebentar bang..belum kelar nih pekerjaan. Sebentar lagi ya…”
“Bahh…kau ini seperti yang paling rajin saja. Bisa diselesaikan besok itu…..”
“Sebentarrr baaanngg…..” Tiok harus agak tegas. Laporannya ditunggu bos besar dan bakalan jadi masalah kalau Tiok lambat menyerahkan.
Herry geleng- geleng keala. “Dasar penakut. Biklah kutunggu kau di tempat parkir !!”
Herry melenggang pergi.
Tiok terpekur dengan laporannya lagi.
“Sialan !!! Kenapa nggak kemarin- kemarin si bos ini minta ginian . Bahh !!!”
Jemari Tiok seperti penari kikuk di atas pentas. Dia nggak hapal tuts keyboard dengan baik. Pekerjaannya menjual, bukan bikin laporan. Dia melihat Mona yang juga sama- sama sibuk.
Kayaknya saat ini bukan waktu yang tepat buat minta bantuan Mona.
Sales : Tiok
(10 tahun yang lalu)
“Tiok…ayo !” Herry memberi tanda ke arah Tiok.
“Sebentar bang..belum kelar nih pekerjaan. Sebentar lagi ya…”
“Bahh…kau ini seperti yang paling rajin saja. Bisa diselesaikan besok itu…..”
“Sebentarrr baaanngg…..” Tiok harus agak tegas. Laporannya ditunggu bos besar dan bakalan jadi masalah kalau Tiok lambat menyerahkan.
Herry geleng- geleng keala. “Dasar penakut. Biklah kutunggu kau di tempat parkir !!”
Herry melenggang pergi.
Tiok terpekur dengan laporannya lagi.
“Sialan !!! Kenapa nggak kemarin- kemarin si bos ini minta ginian . Bahh !!!”
Jemari Tiok seperti penari kikuk di atas pentas. Dia nggak hapal tuts keyboard dengan baik. Pekerjaannya menjual, bukan bikin laporan. Dia melihat Mona yang juga sama- sama sibuk.
Kayaknya saat ini bukan waktu yang tepat buat minta bantuan Mona.
Jumat, 04 Maret 2016
Lima Sales GEBLEK Episode Bujang Lapuk
Bujang Lapuk
Sales : BAIM
Sudah umur 37 tahun tapi belum menikah? Itu menjadi siksaan tersendiri bagi Baim. Bagaimana tidak ? Semuanya pasti tanya “kapan nikah ? “ atau “mengapa belum nikah ? “.
Pertanyaan singkat, tapi susah ngejawabnya.
Baim coba menjawabnya dengan serangkaian cara :
1. Dengan senyuman (hanya senyum sambil diam. Nggak jelas apa maksudnya)
2. Tertawa. Semakin nggak jelas apa maksud dari tertawqa ini.
3. Balik bentak “ Makanya..cariin istri dong. Saudaramu kek. Kakakmu kek. Nenekmu kek..ha..ha..ha..!!”
4. Balik jawab dengan penuh falsafah “ rejeki, umur jodoh itu ada di tangan Tuhan. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Jika kita udah usaha tapi belum juga ketemu jodoh itu namanya takdir “
5. Menjawab dengan ketus “mana gua tauk..urus aja diri lo sendiri !!”
6. Menjawab dengan “ Makasih ya . Udah merhatiiin gue. Idiih..kamu perhatian banget deh ama aku. Jadi gimana gitu”
7. Menjawab dengan “ gua ingin mendapatkan yang terbaik, agar nggak nyesel kayak lo lo pade. Ha..ha..ha…. “
Dan seabrek jawaban yang lain. Melihatnya begitu tersiksa dengan pertanyaan sederhana itu menjadi hiburan tersendiri.
“Tapi gue beneran heran brow…ngapain lu kagak nikah- nikah” Dika ngotot pengen tahu.
“Aaahh…dia emang kagak nikah. Tapi kawin udah sering…buahaa..ha..haa” Agung menimpali.
“Iya broow…nikah ribet. Musti mikir inilah …itulah..Susu bayi lah..beli beras lah. Mending bujang” Dicky menimpali.
Tapi orang kagak percaya sama omongan Dicky ini, lha dia sendiri juga nikah. Bahkan anaknya dua.
“ Iya ya…loe tu Bim..musti doyannya beliiiii aja. Makanya kagak mau nikah – nikah”
“ Enak..bisa gonta ganti. Asyik euyyyyy…”
“ Bujang lapuk yang udah kagak perjaka”
“Takut kagak mampu beri makan bini . Buahha…ha..ha..”
Baim di bully dengan celometan yang kalau dimasukkin hati bakal bikin sakit. Tapi Baim lain. Dia bisa hadapi tuh semua.
Anggap aja angin lalu, lewat tiada berbekas. Hati Baim seolah seluas seluas Danau Toba, segala macam bully bisa tenggelam tanpa bekas.
Sampai detik ini , tidak ada yang tahu rencana Baim sesungguhnya. Dia ingin segera nikah atau membujang selamanya? Nggak ada yang tahu.
Atau emang benar dia belum nemuin jodohnya. Atau dia kena “tulah”.
Hanya Baim yang tahu.
Tapi kami semua masih penuh harapan agar Baim segera menemukan jodohnya dan memperoleh kebahagiaan.
Nah Baim, ternyata kami semua peduli padamu dan berharap kebahagiaan untukmu.
Selesai
Baca juga kisah Lima Sales Geblek yang lain di alkisahkita.blogspot.com
Mampir yakkk!!!
Terimakasih
Sales : BAIM
Sudah umur 37 tahun tapi belum menikah? Itu menjadi siksaan tersendiri bagi Baim. Bagaimana tidak ? Semuanya pasti tanya “kapan nikah ? “ atau “mengapa belum nikah ? “.
Pertanyaan singkat, tapi susah ngejawabnya.
Baim coba menjawabnya dengan serangkaian cara :
1. Dengan senyuman (hanya senyum sambil diam. Nggak jelas apa maksudnya)
2. Tertawa. Semakin nggak jelas apa maksud dari tertawqa ini.
3. Balik bentak “ Makanya..cariin istri dong. Saudaramu kek. Kakakmu kek. Nenekmu kek..ha..ha..ha..!!”
4. Balik jawab dengan penuh falsafah “ rejeki, umur jodoh itu ada di tangan Tuhan. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Jika kita udah usaha tapi belum juga ketemu jodoh itu namanya takdir “
5. Menjawab dengan ketus “mana gua tauk..urus aja diri lo sendiri !!”
6. Menjawab dengan “ Makasih ya . Udah merhatiiin gue. Idiih..kamu perhatian banget deh ama aku. Jadi gimana gitu”
7. Menjawab dengan “ gua ingin mendapatkan yang terbaik, agar nggak nyesel kayak lo lo pade. Ha..ha..ha…. “
Dan seabrek jawaban yang lain. Melihatnya begitu tersiksa dengan pertanyaan sederhana itu menjadi hiburan tersendiri.
“Tapi gue beneran heran brow…ngapain lu kagak nikah- nikah” Dika ngotot pengen tahu.
“Aaahh…dia emang kagak nikah. Tapi kawin udah sering…buahaa..ha..haa” Agung menimpali.
“Iya broow…nikah ribet. Musti mikir inilah …itulah..Susu bayi lah..beli beras lah. Mending bujang” Dicky menimpali.
Tapi orang kagak percaya sama omongan Dicky ini, lha dia sendiri juga nikah. Bahkan anaknya dua.
“ Iya ya…loe tu Bim..musti doyannya beliiiii aja. Makanya kagak mau nikah – nikah”
“ Enak..bisa gonta ganti. Asyik euyyyyy…”
“ Bujang lapuk yang udah kagak perjaka”
“Takut kagak mampu beri makan bini . Buahha…ha..ha..”
Baim di bully dengan celometan yang kalau dimasukkin hati bakal bikin sakit. Tapi Baim lain. Dia bisa hadapi tuh semua.
Anggap aja angin lalu, lewat tiada berbekas. Hati Baim seolah seluas seluas Danau Toba, segala macam bully bisa tenggelam tanpa bekas.
Sampai detik ini , tidak ada yang tahu rencana Baim sesungguhnya. Dia ingin segera nikah atau membujang selamanya? Nggak ada yang tahu.
Atau emang benar dia belum nemuin jodohnya. Atau dia kena “tulah”.
Hanya Baim yang tahu.
Tapi kami semua masih penuh harapan agar Baim segera menemukan jodohnya dan memperoleh kebahagiaan.
Nah Baim, ternyata kami semua peduli padamu dan berharap kebahagiaan untukmu.
Selesai
Baca juga kisah Lima Sales Geblek yang lain di alkisahkita.blogspot.com
Mampir yakkk!!!
Terimakasih
Kisah Lima Sales Geblek Episode : Ko Tiok
Selamat membaca kisah Lima Sales Geblek
Karya Asli : Mr. Nyo
Ko Tiok
Pelaku / Sales : Tiok
Tak terasa sudah pukul 10 malam.
Dan Chika sudah habis kesabaran menunggu.
“Alaaaaah yangggg,….bener nggak jadi nih?” sekali lagi dia memamerkan keindahan tubuhnya yang hanya terbungkus gaun minim. Berharap Ko Tiok bangkit keperkasaannya seperti yang lalu- lalu.
Karya Asli : Mr. Nyo
Ko Tiok
Pelaku / Sales : Tiok
Tak terasa sudah pukul 10 malam.
Dan Chika sudah habis kesabaran menunggu.
“Alaaaaah yangggg,….bener nggak jadi nih?” sekali lagi dia memamerkan keindahan tubuhnya yang hanya terbungkus gaun minim. Berharap Ko Tiok bangkit keperkasaannya seperti yang lalu- lalu.
Langganan:
Postingan (Atom)